Berdakwah Dengan Hati

Minggu, 05 Februari 2017

Banyak yang Penasaran, KENAPA PUTRI ULAMA BESAR QURAISY SHIHAB INI TIDAK BERJILBAB ? ALASANNYA SANGAT MENGEJUTKAN.....

Siapa yang tidak tahu najwa sihab, 38, presenter tenar dari suatu kegiatan talkshow salah satu stasiun televisi swasta di indonesia. tetapi, bagaikan anak perempuan dari seseorang ulama yang terkenal di indonesia, banyak yang mempertanyakan trik berpakaian host mata najwa di, metrotv ini. nana – panggilan najwa shihab – sampai dikala ini tidak menggunakan hijab. persoalan yang “wajar” mengingat ia tidaklah perempuan biasa.

ia merupakan gadis kedua dari seseorang ulama, pakar tafsir, mantan rektor, mantan dubes ri buat mesir sekalian mantan menteri agama kabinet pembangunan vii di masa soeharto, profesor dokter quraisy shihab yang mukanya sampai saat ini masih kerap tampak di beberapa di layar kaca. dia pula keponakan dari dokter alwi shihab, mantan menko kesra (kabinet sby) yang sempat “berseteru” dengan pribadinya dikala kejadian tsunami aceh desember 2004.

benar benar, perempuan kelahiran makassar 16 september 1977 ini hidup dalam area keluarga yang religius dan juga demokratis. nana kecil, dikala di makassar, sudah masuk tk al - quran. ia masih ingat betul, bahwa melaksanakan kesalahan, si guru memukulnya dengan kayu kecil. sekolah dasar di madrasah ibtidaiyah nurul anugerah (1984 - 1990) , kemudian smp al - ikhlas, jeruk purut, jakarta selatan, pada 1990 - 1993.

kegiatan hingga smu, dipandu ibunya, nana dengan 5 orang saudaranya semenjak magrib wajib terdapat di rumah. “jadi berjamaah magrib, ngaji al - quran, kemudian ratib haddad berbarengan. itu ritual keluarga hingga aku smu. ” sehabis kuliah, karna banyak aktivitas, nana baru boleh keluar sehabis magrib.

keluarganya benar amat memprihatikan aspek tarbiyah. “pendekatan tarbiyah di keluarga tidak sempat dengan cara - cara yang otoriter. aku kerasa itu amat pengaruhi, gimana pola didik orang tua ke anak hendak pengaruhi sikap, ” ucapnya.

tarbiyah, untuk keluarga shihab, merupakan no wahid, tidak dapat ditawar - tawar. dahulu waktu kelas 2 smu, nana mampu peluang afs (america field service) , program pertukaran pelajar ke amerika. pernah keluarga menolak karna wajib melepas sepanjang setahun anak wanita yang baru umur 16 tahun tinggal di keluarga asuh.

“sempat terjalin perdebatan keluarga. waktu itu yang amat menunjang bapak aku. apa juga buat tarbiyah hendak diperbolehkan, dalam umur itu juga dia sudah membagikan keyakinan, meski di situ ia sudah dibekali agama, mereka yakin shalatnya tidak hendak ditinggal. dan juga alhamdulillah aku dapat melindungi keyakinan itu, ” cerita nana.

sekembali ke tanah air, nana menuntaskan sma nya dan juga sukses menembus bangku kuliah ui lewat jalan pmdk, jalan tanpa uji sipenmaru. ia diterima di fakultas hukum ui dan juga lulus tahun 2000.

quraish shihab, ahli tafsir alquran itu, untuk nana, merupakan wujud ayah yang santai. “seneng joke - joke abu nawas, ketawa - ketawa, ”
kisahnya. jadi dia, kata nana, melepaskan opsi kepada anak - anaknya buat sekolah ke mana aja.

tidak cuma perkara tarbiyah, kebebasan pula dikasih oleh si ayah buat memastikan pendamping hidupnya. “bahkan dikala aku memutuskan buat nikah muda, 20 tahun, bapak berikan keyakinan. untuk dia yang berarti kuliah tuntas. ”

menjelang perkawinan, kata nana, keluarga pernah ragu, tetapi karna pengalaman kakak yang nikah dikala umur 19 tahun kesimpulannya diizinkan. tetapi saat sebelum itu mereka sekeluarga umroh dahulu. “di situ bapak bertanya, ‘udah mantep? ’ aku jawab, ‘udah’. ya sudah diizinkan, ” tutur nana.


hijab bukan keharusan
kendati dalam keluarga religius, soal gunakan hijab tidak jadi keharusan. bagi nana, bahwa orang gunakan hijab itu bagus, bahwa tidak berjilbab pula tidak apa - apa. “saya sih serupa itu dan juga aku yakin itu. ”

karna benar, kata nana, sebab bapaknya yang lebih berarti merupakan terhormat. karna bukan berarti yang berjilbab tidak terhormat dan juga yang berjilbab amat terhormat, karna kan masih banyak interpretasi tentang perihal itu.

dengan trik berpakaian serupa itu, kata nana, tidak sempat terdapat yang komplain. “karena bisa jadi memandang bapak, bahwa ditanya orang pendapatnya membolehkan, melepaskan berjilbab ataupun tidak. jadi banyak sebab dari bapak aku. bahwa terdapat yang komplain, amat cocok bercanda. dan juga aku senantiasa bilang: ya insya allah mudah - mudahan sesuatu dikala. yang tentu hatinya berjilbab kok. ”

walaupun saat ini terdapat rekan reporter yang menggunakan hijab, nana tidak terbawa - bawa. hingga dikala ini, ia terasa apa yang dikerjakannya sudah berposisi pada jalan yang benar. bahwa nanti terdapat anugerah lebih lanjut, ataupun kemantapan mengenakan hijab, tanpa ragu nana hendak memanfaatkannya.

“apa yang dicoba orang kan bukan berarti kita hendak terbawa - bawa. bahwa saat ini terdapat yang berjilbab setelah itu aku turut. bagi aku, rugi bahwa berjilbab dalihnya itu, ” ucapnya sebagaimana dikutip majalah syir’ah.

benarkah quraisy shihab tidak mengharuskan putrinya buat berjilbab?
dalam sumber ini disebutkan kalau quraisy shihab tercantum penggalan dari beberapa orang yang menempatkan berjilbab (menutup rambut/aurat) pada posisi khilafiyah, sebagaimana ditulisnya dalam suatu novel bertajuk hijab, baju perempuan muslimah: pemikiran ulama masa kemudian dan juga cendekiawan kontemporer di tahun 2006.

quraisy pula berlagak, kalau terdapatnya perbandingan komentar para ahli hukum tentang batas rambut/aurat merupakan perbandingan antara pendapat - pendapat manusia yang mereka kemukakan dalam konteks suasana era dan keadaan masa dan juga warga mereka, dan pertimbangan - pertimbangan nalar aja.
dari komentar tersebut pulalah setelah itu quraisy shihab dicap oleh sebagian orang bagaikan pemeluk dan juga penyebar ajaran syi’ah yang militan di indonesia.

soal benar dan juga tidaknya tuduhan tersebut, barangkali perilaku demokratis bapaknya seperti itu menjadikan najwa shihab (belum) berjilbab sampai saat ini serupa yang senantiasa kita amati dikala tampak di layar kaca. wallahu a’laam.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+